DOA UMAT ISLAM

Latest Post

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat dari-Mu, pindahnya kesehatan dari-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari mendadaknya siksa-Mu, serta  kumpulan murka dari-Mu"  (H.R.Abu Dawud)
ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MIN ZAWAALI NI'MATIKA WATAHWIILI 'AAFIYATIKA, WA FUJ ATI NIQMATIKA, WA JAMII 'I SAKHATHIK.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat dari-Mu, pindahnya kesehatan dari-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari mendadaknya siksa-Mu, serta  kumpulan murka dari-Mu"  (H.R.Abu Dawud)

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan yang kecil hingga yang besar, dari lemah, malas dan kikir dan terlilit hutang serta dari sifat seseorang yang terkalahkan". (H.R. At Titmidzi)
ALLAAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN, WAL 'AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WA DHALA'ID DAINI WA GHALA BATIR RIJAAL.
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan yang kecil hingga yang besar, dari lemah, malas dan kikir dan terlilit hutang serta dari sifat seseorang yang terkalahkan". (H.R. At Titmidzi)

"Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari kerusakan dan siksaan didalam api neraka, aku berlindung kepada Engkau dari keburukan cobaan hidup ketika kaya, serta dari cobaan hidup di dalam kemiskinan" (H.R. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i)
ALLAHUMMA INNI  A 'UUDZUBIKA MIN FITNA TIN NAARI WA 'ADZAABIN NAARI WAMIN SYARRI FITNATIL GHINAA WAL FAQR.
"Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari kerusakan dan siksaan didalam api neraka, aku berlindung kepada Engkau dari keburukan cobaan hidup ketika kaya, serta dari cobaan hidup di dalam kemiskinan" (H.R. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i) 

"Ya Tuhan, palingkanlah kami dari azab neraka, sesungguhnya azab neraka itu adalah kerusakan yang tiada putusnya serta sesungguhnya dia adalah seburuk-buruknya tempat menetap dan seburuk-buruknya tempat kediaman' (Al Furqan 65-66)
RABBANASH RIF 'ANNAA 'ADZAABA JAHANNAMA INNA 'ADZAABAHAA KAANA GHARAMAA INNAHAA SAA AT MUSTAQARRAW WAMUQAAMAA..
"Ya Tuhan, palingkanlah kami dari azab neraka, sesungguhnya azab neraka itu adalah kerusakan yang tiada putusnya serta sesungguhnya dia adalah seburuk-buruknya tempat menetap dan seburuk-buruknya tempat kediaman' (Al Furqan 65-66)

ALLAAHUMMA INNI A 'UUDZUBIKA MINAL BARASHI, WAL JUNUUNI, WAL JUDZAAMI, WASAYYI IL ASQAAM.
Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari penyakit belang kulit, dari penyakit gila, dari penyakit lepra, dan dari penyakit yang paling nista". (Abu Dawud, Nasa'i)

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu agar tidak berbuat syirik kepada-Mu , baik yang aku ketahui maupun perbuatan syirik yang belum aku diketahui". (H.R. Ahmad).
ALLAHUMMA INNAA NA 'UUDZUBIKA AN NUSYRIKABIKA SYAI AN NA'LAMU, WA NAS TAGHFIRUKA LIMAA LAA NA' LAM.
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu agar tidak berbuat syirik kepada-Mu , baik yang aku ketahui maupun perbuatan syirik yang belum aku diketahui". (H.R. Ahmad).

"Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari buruknya pendengaranku, dan dari buruknya pandanganku dan dari buruknya ucapanku dan dari buruknya hatiku serta dari buruknya air nutfahku" (H.R At-Tirmidzi)
ALLAAHUMMA INNI A 'UUDZUBIKA MIN SYARRI SAM'II, WA MIN SYARRI BASHARII, WA MIN SYARRI LISAANII, WA MIN SYARRI QALBII, WA MIN SYARRI MANIYYII.
"Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari buruknya pendengaranku, dan dari buruknya pandanganku dan dari buruknya ucapanku dan dari buruknya hatiku serta dari buruknya air nutfahku" (H.R At-Tirmidzi)

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lemah, malas, penakut, kikir, kesusahan dan dari siksa kubur. Ya Allah, berikanlah ke taqwaan kepada diriku, hanya Engkaulah Dzat yang Maha Mensucikannya dan Engkaulah pelindungnya serta pengasihnya, Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, dari diri yang tidak pernah merasa puas, dan dari berdo'a yang tidak didengar:. (H.R. Muslim)
ALLAAHUMMA INNI A 'UUDZUBIKA MINAL 'AJZI, WAL KASALI, WAL JUBNI, WAL BUKHLI, WAL HAMMI, WA 'ADZAABIL QOBRI, ALLAAHUMMA AATI NAFSII TAQWAA HAA WA ZAKKIHAA, ANTA KHAIRU MAN ZAKKAAHAA, ANTA WALIYYUHAA, WA MAULAAHAA, ALLAHUMMA IN NII A'UUDZUBIKA MIN ILMIN LAA YAN FA' , WA MIN QOLBIN LAA YAKHSYA', WA MIN NAFSIL LAA TASYBA', WA MIN DA'WATIL LAA YUSTAJAABU LAHAA.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lemah, malas, penakut, kikir, kesusahan dan dari siksa kubur. Ya Allah, berikanlah ke taqwaan kepada diriku, hanya Engkaulah Dzat yang Maha Mensucikannya dan Engkaulah pelindungnya serta pengasihnya, Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, dari diri yang tidak pernah merasa puas, dan dari berdo'a yang tidak didengar:. (H.R. Muslim)

ALLAAHUMMAK FINII BI HALAALIKA ‘AN HAROOMIK. WA AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK.
“ Ya Allah, berilah aku kecukupan ( langsung dari rezeqiMu ) yang halal dan jauh dari (rezeqi) yang Engkau haramkan. Dan berilah aku kekayaan ( yang langsung ) dari anugerahMu dan jauh dari orang selain Engkau.” ( H.R. Ibnu Majah )

ALLAAHUMMA INNII AS ALUKATS TSABAATA FIL AMRI WA AS ALUKA AZIIMATAR RUSYDI, WA AS ALUKA SYUKRA NI’MATIKA, WAHUSNA ‘IBAADATIKA, WA AS ALUKA LISAA-NAN SHAADIQAN, WA QALBAN SALIIMAN. WA A ‘UUDZU-BIKA MIN SYARRIMAA TALAMU, WA AS ALUKA MIN KHAIRI MAA TA ‘LAMU, WA ASTAGHFIRUKA MIMMAA TALAMU, IN-NAKA ANTA ALLAAMUL GHUYUUB.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau ketetapan ( kepastian ) di dalam segala perkara, dan aku memohon kepada Engkau petunjuk yang mulia, aku memohon kepada Engkau agar dapat mensyukuri nikmat Engkau, agar dapat beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Engkau, aku memohon kepada Engkau perkataan yang jujur, hati yang selamat ( dari kejelekan ), dan aku berlindung kepada Engkau dari kejelekan apa-apa yang Engkau ketahui, aku memohon kepada Engkau dari kebaikan apa-apa yang Engkau ketahui, dan aku memohon pengampunan kepadamu dari apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.” (H.R. At-Tirmidzi).

ALLAAHUMMA ASHLIHLII DIINIYAL LADZDZII HUWA ISH-MATU AMRII, WA ASHLIHLII DUN YAA YALLATII FIIHAA MA’AASYII. WA ASHLIHLII AAKHIRATIYAL LATH FIIHAA MA’ADII WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLII KHAIRIN, WAJ ALIL MAUTA RAAHATAN LII MIN KULLI SYARR.

“Ya Allah, baguskanlah agamaku, karena dia adalah penjaga dari segala urusanku, baguskanlah duniaku karena disanalah kehidupanku. Baguskanlah akhiratku karena disanalah aku kembali. Semoga Engkau menjadikan kehidupan sebagai penambah bagiku di dalam tiap-tiap kebaikan dan semoga Engkau menjadikan kematian sebagai peristirahatan bagiku dari segala kejelekan.”( H.R. Muslim).

ALLAAHUMMA AL HIMNIIRUSYDIIWA A ‘IDZNII MIN SYAR-RI NAFSII.
“Ya Allah, berilah aku ilham yang benar dan aku berlindung ke-padaMu dari kejelekan diriku sendiri. “ (H.R. At-Tirmidzi)

8.  RABBANAA HAB LANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIY-YAATINAA QURRATA A’YUNIWWAJ’ALNAA LIL MUTTA-QIINA IMAAMAA.  “ Ya Allah berikanlah kepada kami, istri dan akan-anak sebagai penyejuk mata dan jadikanlah (keluarga) kami sebagai teladan bagi orang yang bertaqwa.” (Al- Furqan 74)
RABBANAA HAB LANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIY-YAATINAA QURRATA A’YUNIWWAJ’ALNAA LIL MUTTA-QIINA IMAAMAA.
“ Ya Allah berikanlah kepada kami, istri dan akan-anak sebagai penyejuk mata dan jadikanlah (keluarga) kami sebagai teladan bagi orang yang bertaqwa.” (Al- Furqan 74)

Ya Allah, aku mohon kepadaMu, petunjuk, ketaqwaan, terjaga ( nama baik ) dan kekayaan.
 ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL HUDAA WATTUQAA WA AFAAFA WAL GHINAA.

“Ya Allah, aku mohon kepadaMu, petunjuk, ketaqwaan, terjaga ( nama baik ) dan kekayaan.” (H.R. At-Tirmidzi)

Ya Allah, aku memohon kepada Engkau pengampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada Engkau pengampunan dan keselamatan di dalam agamaku, duniaku, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah tutuplah rahasiaku, amankanlah rasa takutku, jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dari atasku dan aku mohon perlindungan kepadaMu jika aku dirusak dari bawahku. “ ( H.R. Ibnu Majah )
ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL AFWA WAL AAFIYATA FIDDUN YAA WAL AAKHIRAH. ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL AFWA WAL ‘AAFIYATA FII DIINII WA DUN YAA YA WA AHLII WA MAALII. ALLAAHUMMASTUR ‘AURAATII WA AAMIN RAU ‘AATII WAHFAZHNII MIN BAINI YADAYYA WA-MIN KHALFII WA ‘AN YAMIINII WA ‘AN SYIMAA LII WA MIN FAUQII WA A’UUDZUBIKA AN UGHTAALA MIN TAHTII.

“Ya Allah, aku memohon kepada Engkau pengampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada Engkau pengampunan dan keselamatan di dalam agamaku, duniaku, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah tutuplah rahasiaku, amankanlah rasa takutku, jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dari atasku dan aku mohon perlindungan kepadaMu jika aku dirusak dari bawahku. “ ( H.R. Ibnu Majah )

ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL JANNATAL FIRDAUS WA MAA QARRABA ILAIHAA MIN QAULIN AU AMAL. WA A’ UUDZUUBIKA MINAN NAARI WAMAA QARRABA ILAIHAA MIN QAULIN AU ‘AMAL.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau surga Firdaus, serta apa saja yang bisa mendekatkan kepadanya baik dari perkataan maupun dari amalan. Dan aku mohon perlindungan kepada Engkau dari api neraka dan dari apa saja yang mendekatkan kepadanya baik dari perkataan maupun amalan.” ( H.R. Ibnu Majah )

ALLAAHUMMAQSIM LANAA MIN KHASYATIKA MAA YA-HUULU BAINANAA WABAINA MA’AA SHIIK. WAMIN THAA ATIKA MAA TUBALLIGHUNAA BIHII JANNATAK. WAMINAL YAQIINI MAA TUHAWWINU BIHII ALAINAA MUSHIIBAATID DUNYAA. WAMATTI’NAA BI ASMAA’INAA WA ABSHAARI-NAA WA QUWWATINAA MAA AHYAYTANAA. WAJ AL-HUL WAA RITSA MINNAA WAJ’AL TSA’RANAA ALAA MAN DZHALAMANAA WANSHURNAA ALAA MAN AA DAA NAA WALAA TAJ AL MUSHIIBATANAA FII DIININAA WALAA TAJ ALIDDUN YAA AKBARA HAMMINAA WA LAA MABLAGHA ‘ILMINAA. WALAA TUSALLITH ALAINAA MAN LAA YAR HA-MUNAA.
“Ya Allah, berilah aku bagian agar selalu khusyu kepada-Mu yang menjadi penghalang diantara kemaksiatan dengan diriku, dan berilah aku bagian dari ketaatan yang bisa menyampaikan aku kedalam surgaMu. Dan berilah aku bagian dari keyakinan yang bisa meringankan aku dari musibah dunia. Dan berilah aku kesenangan dengan pendengaran ( yang baik ), penglihatan( yang tajam ) dan jasad yang kuat, selama hidupku dan jadikan-lah pula dia sebagai warisanku. Dan jadikanlah pembalasanku, memberatkan atas orang-orang yang berbuat aniaya padaku, tolonglah aku menghadapi orang-orang yang memusuhiku. Janganlah Engkau jadikan musibahku memberatkan pada aga-maku. Janganlah Engkau jadikan kehidupan dunia menjadi lebih besarnya cita-citaku, dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai tempat tujuan terakhir dari ilmuku. Janganlah Engkau memberi kekuasaan terhadap orang-orang yang tidak kasih sayang kepadaku.”( H.R. At- Tirmidzi).

رَبَّنآاتِيَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ لأخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَالنَّارِ {البقرة ٢٠١}

RABBANAA AATINAA FID DUN YAA HASANAH, WAFIL AAKHIRATI HASANAH WA QINAA ADZAABAN NAAR.
“Ya Tuhan kami berilah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jagalah kami dari api neraka.” (Al Baqarah ayat 201)

Untuk menghajikan orang yang memberikan amanah, atau menghajikan orang yang udzur atau jompo dapat dilakukan oleh orang yang sudah melakukan ibadah haji.
Seperti diriwayatkan pada hadist Abu Dawud :

Berhajilah engkau untuk dirimu setelah itu berhajilah engkau untuk orang lain
Dari Ibnu Abbas r.a, Dia berkata sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah mendengar pada seorang laki-laki  yang berkata : "Kupenuhi panggilan Engkau Ya Allah dari Syubrumah. Nabi berkata : "Siapakah Syubrumah itu?" , Laki'laki itu berkata : "Saudaraku". Nabi berkata "Apakah engkau sudah melaksanakan haji untuk dirimu?" Laki-laki itu berkata, " Belum " , Nabi berkata, " Berhajilah engkau untuk dirimu setelah itu berhajilah engkau untuk Syubrumah".

Jika menghajikan orang yang sudah tua atau udzur atau jompo juga dapat dilakukan jika orang tersebut memberi amanah haji atau memang sengaja kita beramal sholeh membantunya, hal tersebut ada pada Riwayat Hadist, dari Abdillah Ibnu Abbas r.a berkata ;

menghajikan orang yang sudah tua atau udzur atau jompo
Seorang perempuan penduduk Khasyàm telah datang kepada Nabi Muhammad SAW pada haji wadà, dia berkata : "Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah mewajibkan haji atas hambaNya, namun ayahku sudah tua renta, tidak sanggup duduk diatas kendaraan, maka apakah mencukupi jika aku menghajikannya? Nabi berkata : " Ya " (H.R Bukhari).

Jika orang yang sudah meninggal tetapi orang tersebut sudah bernadzar atau berkeinginan untuk berhaji tapi sudah didahului oleh ajalnya/kematiannya, maka haji orang tersebut dapat dilakukan oleh orang lain, hal tersebut ada pada Hadist Riwayat Bukhari, dari Ibnu Abbas r.a ,

Menghajikan orang yang sudah meninggal dan bernazar untuk haji
Dia Ibnu Abbas  berkata, datang seorang perempuan dari penduduk Juhainah pada nabi Muhammad SAW ,dia berkata "Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk beribadah haji sedangkan dia belum haji, kemudian meninggal dunia, Apakah aku boleh menghajikannya?" Rasulullah menjawab : "Ya, berhajilah engkau untuknya, bagaimana pendapatmu seandainya Ibumu mempunyai hutang apakah engkau akan membayarnya? Maka membayarlah kalian kepada Allah sebab Allah lebih berhak untuk dipenuhi. (H.R Bukhari).

Umat Islam selaku jamaah yang telah menunaikan ibadah haji mendapatkan doà pengampunan dari Rasulullah SAW, tersebut pada Hadist Riwayat Al Hakim ; dari Abu Hurairah r.a , 

menunaikan ibadah haji mendapatkan doà pengampunan dari Rasulullah SAW
Beliau berkata :  Rasulullah SAW berdoà : Ya Allah berilah pengampunan kepada orang yang menunaikan ibadah haji dan juga kepada orang-orang yang mereka mohonkan ampunannya" (H.R.Al Hakim).
Demikianlah karena ibadah haji adalah perintah Allah SWT yang sudah berlaku semenjak zaman Nabi Ibrahim A.S, dalam Firman Allah :

وأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ بَأْ تُوْكَ رِجَالًاوَّعَلى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ 
{الحجّ ٧٢}

 " Berilah pengumuman kepada manusia untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan datang kepadamu (Ibrahim), dengan berjalan kaki maupun dengan berkendaraan, mereka akan datang kepadamu (Ibrahim) dari seluruh penjuru yang jauh" ( Q.S. 22 ayat 27).

Kementrian Departemen Agama setiap tahunnya menetapkan biaya Ibadah Haji, dan menunaikan ibadah Haji memerlukan biaya yang sangat besar, bukan hanya biaya setoran saja tapi biaya sebelum keberangkatan, pembiayaan selama pelaksanaan ibadah Haji dan juga pembiayaan setelah menunaikan ibadah Haji.
Kita adalah manusia yang tidak luput dari banyaknya keinginan yang terkadang sebagian belum terpenuhi, tapi dengan usaha, menabung dan memohon pertolongan Allah dengan doa adalah solusi terbaik dalam mengataasinya.
Hukum melaksanakan Haji adalah wajib bagi yang mampu.

Dengan Firman Allah :

Dan bagi Allah atas manusia wajib berkunjung ke Baitullah bagi mereka yang mampu pada jalannya
Artinya : " Dan bagi Allah atas manusia wajib berkunjung ke Baitullah bagi mereka yang mampu pada jalannya ". ( Q.S. Al Imran : 97 ).

Orang yang berhaji disebut Haji untuk laki-laki sedangkan untuk perempuan disebut Hajjah dan jamaknya adalah hujjaj. Haji bermakna mengunjungi yang asal kata kerjanya hajja - yahujju - hajjan.

Biaya menunaikan ibadah Haji baik yang ditetapkan oleh pemerintahan Indonesia atau Saudi Arabia setiap tahunnya selalu bertambah atau mengalami kenaikan, dan sedemikian banyaknya umat Islam seluruh penjuru dunia yang berkeinginan menunaikan ibadah Haji sehingga pemerintahan memberikan antrian atau kuota haji setiap tahunnya.
Oleh karena itu menunda-nunda keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji adalah suatu kerugian, walaupun biayanya sangat besar tetapi tidak akan sia-sia, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah Bin Buraidah dari ayahnya :

عن عبداللةابن بريدةعن أبية قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  ألنفقة في الحج كا لنفقة في سبيل الله بسبع ما ئة ضعف 
{رواه احمد}

Artinya : Rasulullah SAW telah bersabda " Pengeluaran biaya didalam rangka menunaikan ibadah haji sama seperti orang yang mengeluarkan infaq fii sabilillah dengan tujuh ratus kali lipatan pahala ' (H.R. Ahmad).

Dalam ibadah Haji terdapat keutamaan salah satunya seperti diriwayatkan pada Hadist Abu Hurairah r.a yaitu Bukhari :
Barang siapa  yang menunaikan ibadah haji dengan ikhlas ( karena Allah semata ) kemudian dia tidak berbuat fasik dan tidak berjima' , maka dia kembali seperti dilahirkan oleh ibunya
Artinya : " Rasulullah  صلى الله عليه وسلم bersabda : " Barang siapa  yang menunaikan ibadah haji dengan ikhlas ( karena Allah semata ) kemudian dia tidak berbuat fasik dan tidak berjima' , maka dia kembali seperti dilahirkan oleh ibunya ". ( H.R. Bukhari )

Kewajiban Ibadah Haji hanya sekali seumur hidup, selebihnya adalah sunnah saja
Kewajiban Ibadah Haji hanya sekali seumur hidup, selebihnya adalah sunnah saja, sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas ( H.R. Abu Dawud ), sesungguhnya Aqra bin Haabis bertanya " Wahai Rasulullah apakah menunaikan ibadah Haji setiap tahun atau sekali saja? Beliau menjawab : " Cukup sekali saja, barang siapa yang menambah maka itu adalah sunnah ". ( H.R. Abu Dawud ).

Ibadah Haji hanya dapat dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu ; Firman Allah yang artinya " Haji hanya pada bulan-bulan tertentu ...." ( Q.S. Al Baqaroh : 197).
Didalam hadist At-Termidzi diterangkan bulan-bulan haji adalah bulan Syawwal, Dzulqaidah, Dzulhijjah sampai dengan tanggal 10. Dan pelaksanaan ibadah haji haruslah sempurna dengan umrohnya, berarti umroh adalah bagian dari ibadah haji ; Firman Allah yang artinya " Sempurnakanlah Haji dan umrah dengan hati karena Allah " ( Q.S. Al Baqaroh : 196).

Dan keutamaan lainnya seperti diriwayatkan pada hadist Abu Hurairah r.a : 


Antara umroh yang satu dengan yang lainnya adalah pelebur dosa diantara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga
Artinya : Rasulullah  صلى الله عليه وسلم   bersabda : " Antara umroh yang satu dengan yang lainnya adalah pelebur dosa diantara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga " ( H.R. Bukhari ).

Haji yang mabrur maksudnya haji yang baik, sempurna dan balasannya adalah surga. Surga adalah cita-cita seluruh umat Islam, dan begitu banyaknya sampai jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berdatangan melaksanakan ibadah Haji, semua melakukan pekerjaan yang sama, tempat yang sama dan waktu yang sama untuk mencapai niat ibadah haji yang mabrur. Walaupun dengan perjuangan karena keadaan cuaca yang terkadang sangat panas sekali di musim panas dan sangat dingin dimana saat musim dingin, pelaksanaan ibadah Haji dilaksanakan dengan berjalan kaki dan jarak setiap tempat begitu jauh sehingga banyak jatuh korban yang sakit bahkan meninggal. Tetapi umat Islam sebagai jamaah yang yakin akan qodar Allah, karena kematian seseorang sudah ditentukan waktunya, kapan dan dimana saja kita berada.

Dan bagi jamaah atau umat Islam yang meninggal saat melakukan ibadah haji ganjarannya pahalanya sangatlah besar. Seperti dikatakan pada Hadist Riwayat dari Abu Hurairah r.a , dimana 
Rasullullah  صلى الله عليه وسلم  bersabda " Barang siapa yang keluar untuk menunaikan ibadah haji kemudian meninggal dunia maka Allah menulis baginya pahala melakukan ibadah haji (setiap tahun) sampai hari qiamat". (H.R.Thabrani).

Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a  yang arrtinya : " Adalah aku beserta Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  didalam perjalanan maka beliau melihat pada seseorang yang jatuh dari untanya dan diapun terluka hingga meninggal dunia, sedangkan dia orang yang berihram, maka bersabda Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  : "Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara dan kafani dia dengan pakaian ihramnya dan janganlah kalian menutupi kepalanya karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan berpakaian ihram atau bertalbiyah" (H.R. Termidzi).

Para umat Islam atau jamaah yang beribadah haji sebagian besar melaksanakan ibadah haji dengan berjalan kaki disebut haji Masyiyan, ibadah haji yang dikerjakan oleh Rasulullah  صلى الله عليه وسلم   dengan istilah napak tilas ibadahnya Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  , dengan ganjaran tiap-tiap kebaikan seratus ribu pahala, seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas sebagaimana yang dia dengar dari Rasulullah  صلى الله عليه وسلم   yang artinya : " Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji mulai dari Makkah dengan berjalan kaki, maka Allah akan menulis bagi orang itu dengan setiap langkahnya tujuh ratus kebaikan, setiap kebaikan sebanding dengan kebaikan ditanah haram (mulia)". Dikatakan apakah yang disebut dengan kebaikan ditanah haram? Beliau bersabda : " Dengan tiap-tiap kebaikan seratus ribu pahala" (H.R. Al-Hakim).

Memohon pertolongan dengan berdoa kepada Allah saat beribadah haji dimusim haji adalah mustajab, atau Allah mengabulkan setiap doa yang kita minta, seperti diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a :

doaumatislam-Orang yang haji dan umrah adalah tamu Allah, Dia mengundang kepada mereka , dan merekapun mengabulkan undanganNya,  ketika mereka berdoa kepadaNya maka Diapun akan mengabulkan

Artinya : Rasulullah SAW bersabda : " Orang yang haji dan umrah adalah tamu Allah, Dia mengundang kepada mereka , dan merekapun mengabulkan undanganNya, kemudian ketika mereka berdoa kepadaNya maka Diapun akan mengabulkan permohonan mereka ". ( H.R. Ibnu Majah )

Update terakhir merupakan penyempurnaan dari sebelumnya,  agama terakhir yang diturunkan Allah SWT adalah agama Islam dengan utusanNya setelah sekian nabi dan rosul yang terakhir adalah nabi Muhammad SAW dan kepadanya diturunkan kitab suci Al Quràn dengan kesempurnaannya yang bermuatan firman Allah dan hukum-hukum yang menyangkut kehidupan manusia dengan aturan-aturan beribadah yang menyeluruh, demikian firman Allah SWT :

Artinya : " Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan Aku sempurnakan pula nikmatKu pada kalian dan aku rela Islam sebagai agama " ( Q.S Al Maidah : ayat ; 3 ).
Pengamalan agama yang disempurnakan ini harus didasari oleh ilmu karena amalan tersebut akan di pertanyakan ke absahannya dan jika tidak benar, kemungkinan besar amalan tersebut tidak diterima disisi Allah SWT.
Firman Allah :

Dan jangan engkau kerjakan apa-apa yang belum engkau ketahui ilmunya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati masing-masing dari semua itu akan ditanya-QS Al Isrà -36

Artinya : " Dan jangan engkau kerjakan apa-apa yang belum engkau ketahui ilmunya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati masing-masing dari semua itu akan ditanya ". ( Q.S. Al Isrà : 36 ).

Dan nabi Muhammad SAW memberi peringatan dengan sabdanya :

Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu ditolak
Artinya : " Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu ditolak " ( H.R. Muslim ).

Oleh karena itu betapa pentingnya mempelajari ilmu agama Islam sebagai hakikat daripada kehidupan kita sebagai manusia dalam beribadah, dengan niat karena Allah selamat dunia akhirat/

Rasulullah SAW bersabda :

Mencari ilmu adalah wajib bagi tiap umat Islam
Artinya : " Mencari ilmu adalah wajib bagi tiap umat Islam " ( H.R. Ibnu Majah ).


Allah SWT telah memerintahkan :

Dan aku tidak menjadikan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah ( beribadah ) kepadaKu
Artinya : " Dan aku tidak menjadikan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah ( beribadah ) kepadaKu ". ( Q.S. Adz Dzaariyat : 56 ).

Kita harus menyadari bahwa hidup didunia adalah untuk beribadah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan hidup ini bukan hanya untuk main-main saja,

peringatan Allah SWT :

Apakah kalian mengira sesungguhnya Aku menciptakan kalian hanya untuk bermain-main saja, dan sesungguhnya kalian tidak akan dikembalikan kepadaKu ?
Artinya : " Apakah kalian mengira sesungguhnya Aku menciptakan kalian hanya untuk bermain-main saja, dan sesungguhnya kalian tidak akan dikembalikan kepadaKu ? ". ( Q.S. Al Mù minun : 115 ).

Alangkah bahagianya seorang manusia sebagai pilihan Allah yang mendapat petunjuk dan hidayah, yang berusaha dan selalu tanggap dan mematuhi aturan Allah karena surga disediakan bagi mereka.

Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT melalui utusan - Nya yaitu Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia yang mendapat petunjuk dan hidayahNya.

Sebagai agama yang menaungi pemeluknya, Islam mempunyai aturan ibadah yang di sebut Rukun Islam atau 5 pilar dimana diantara satu dengan yang lainnya saling menguatkan,
Sabda Nabi Muhammad SAW :

Didirikan Islam atas lima, persaksian bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, menunaikan ibadah haji dan berpuasa di bulan Ramadhan
 Artinya : "Didirikan Islam atas lima, persaksian bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, menunaikan ibadah haji dan berpuasa di bulan Ramadhan" (H.R. Bukhari)

Menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah adalah salah satu dari rukun Islam atau salah satu dari kelima pilar yang di jalankan oleh seluruh umat Islam yang ada diseluruh penjuru dunia. Semua umat Islam berkeinginan menunaikan ibadah haji dan merasa terpanggil untuk melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan Allah SWT, Firman Allah :

Dan bagi Allah atas manusia wajib berkunjung ke Baitullah bagi mereka yang mampu melakukan pada perjalanannya
Artinya : "Dan bagi Allah atas manusia wajib berkunjung ke Baitullah bagi mereka yang mampu melakukan pada perjalanannya" (Q.S. Ali Imran : 97).

Betapa bahagia dan bersyukurnya bagi mereka yang dapat menjalankan dan mematuhi semua aturan Tuhannya, karena surga telah disediakan bagi mereka, Firman Allah :

Dan barang siapa yang mentaati kepada Allah serta utusan Nya, maka dia akan memasukkan orang itu ke dalam surga
Artinya : "Dan barang siapa yang mentaati kepada Allah serta utusan Nya, maka dia akan memasukkan orang itu ke dalam surga" (Q.S. An Nisa : 13).

Dan alangkah meruginya atas mereka yang menderita didalam neraka karena sikap mereka yang tidak tanggap dan kurang memperhatikan atau menyepelekan petunjuk Allah, Allah SWT berfirman :

Dan barang siapa yang mendurhakai kepada Allah dan utusanNya serta dia melanggar beberapa peraturanNya, Dia akan memasukkan orang itu ke dalam api neraka
Artinya : "Dan barang siapa yang mendurhakai kepada Allah dan utusanNya serta dia melanggar beberapa peraturanNya, Dia akan memasukkan orang itu ke dalam api neraka..... " (Q.S. An Nisa : 14).

Amalan Ibadah Haji ke Baitullah adalah cita-cita yang suci setiap jamaah umat Islam untuk mendapat ridho Allah, rahmat dan berkahNya. Demikian kekuatan doa dapat kita panjatkan karena Allah Maha mengabulkan doa dan Allah Maha Mengetahui. Doa yang calon haji panjatkan atau doa yang dapat kita amalkan sebanyak mungkin untuk mendapat ridhoNya :

Ya Allah, sampaikanlah aku ke Mekkah, Madinah, dan Arafah, serta berilah aku rezeki ( untuk menunaikan ) haji yang mabrur, berilah aku keridhoan, dan ampunilah aku, kasihanilah aku, maka tolonglah aku mengatasi kaum yang ingkar
"Allahumma balighnaa makkata wal madiinata wal àrofata warzuq nal khajjal mabrur wardho ànnaa waģfir lanaa warkhamnaa anta mawlaana fanshurnaa àlal qaumil kaafiriin"

Artinya : "Ya Allah, sampaikanlah aku ke Mekkah, Madinah, dan Arafah, serta berilah aku rezeki ( untuk menunaikan ) haji yang mabrur, berilah aku keridhoan, dan ampunilah aku, kasihanilah aku, maka tolonglah aku mengatasi kaum yang ingkar".

Bersyukurlah bagi mereka yang mampu dan telah menjalankan ibadah haji ke Baitullah.
Dan sebagai umatNya yang mengenang keindahan saat mereka menunaikan ibadah haji dan merindukan untuk mengulang kembali berkunjung dan menjadi tamu Allah SWT, perbanyaklah berdoa :

Ya Allah berilah aku rezeki agar bisa kembali lagi ke Mekkah dalam keadaan selamat, mendapat berkah dan kebaikan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menguasai segala sesuatu
"Allahummar zuqnal àwda ilaa makkata fissalaamati walbarokati walkhoiri innakaa àlaa kulli syai ìn qodiir"

Artinya : "Ya Allah berilah aku rezeki agar bisa kembali lagi ke Mekkah dalam keadaan selamat, mendapat berkah dan kebaikan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menguasai segala sesuatu".

Aamiin Yaa Rabbal Àlamiin.

Author Name

[facebook] [twitter]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.